Yang tidak Selesai 3

1

Padang rumput yang diterpa angin sore, aku terlentang mengdongak langit yang sedang mendung dan gerimis. Ku biarkan semua tetesan hujan membasahi wajahku dan kaos hitam serta celana denim panjang yang kukenakan ku biarkan lembab, aku tak peduli, dan aku bilang pada diriku bahwa semua akan baik-baik saja. Mungkin !
Entahlah, aku tidak terlalu yakin apa yang aku lakukan sekarang. aku tak tahu bagaimana aku berada di padang rumput hijau ini akhirnya, yang jelas aku meresakan remuk redam dalam jiwa. aku bahkan tak yakin apakah perasaan ini berada pada elemen yang disebut JIWA atau hanya sebatas letupan syaraf neuron pada otak yang ada dikepalaku namun karena otak yang maha hebat sehingga dia menyimpan rasa sakitnya bukan dikepala namun di dalam dada sehingga aku ingin meremasnya dan menariknya keluar. Ah aku tak tahu.

Di pembaringanku diatas rumput setidaknya hampir satu jam aku terlentang mendongak, sesekali berkedip menghapus perih. aku diam terpaku masih dalam transisi gerimis yang menjadi hujan deras. Aku tetap diam. Semakin deras, namun aku tidak ingin sedikitpun beranjak ketika hujan deras malah datang semakin mejadi-jadi. Entah kenapa semua rasa sakit dan dan beban yang di dalam tubuhku menjadi sirna.

0 comments:

Post a Comment

My Instagram