Untuk Apa Sekolah

Saya tarik kembali ingatan saya tentang sebuah kutipan meskipun agak samar dalam ingatan, semoga saja saya menulisnya dengan benar, kutipan itu berbunyi seperti ini  “Jika ingin belajar tidak perlu sekolah, aku pun bisa mengajarkan anakku menulis, membaca, dan tahu segalanya, tapi bukan itu masalahnya, dengan sekolah kau akan belajar mengolah rasa, memahami orang lain, merasakan apa yang dirasakan orang lain, menjadi bagian dari orang lain, dan memahami sikap-sikap orang lain dengan bersosialisasi”. Kutipan tadi membuat saya tersadar bahwasanya sekolah bukanlah sebuah institusi formal untuk mengemban ilmu-ilmu eksaktik logis dalam menajamkan kecerdasan intelektual manusia,  tapi juga mengolah rasa mengolah hati dan menajamkan sisi emosional dan sosial manusia.
            Sisi lain kenyataan, masyarakat pada umumnya menganggap bahwa sekolah adalah tempat manusia mencari harapan, menjadi tangga tumpuan agar memperoleh kehidupan yang lebih baik dari segi finansial dengan anggapan bahwa menempuh pendidikan setinggi-tinggi nya kemudian lulus mendapatkan ijasah dan dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang layak juga hidup dengan sejahtera.
Sebenarnya ada apa dengan anggapan manusia Indonesia ini ? menghakimi sekolah sebagai tempat mengeluarkan uang agar mendapatkan uang, sekolah adalah tentang kelulusan dengan nilai-nilai menakjubkan walau penuh kepalsuan dan kecurangan, sekolah adalah mesin pencetak selembar kertas tanda lulus agar dimudahkan dalam perkerjaan, sekolah adalah tempat mutlak untuk belajar, belajar, dan belajar guna meningkatkan intelektualitas yang tinggi dengan mengikis sedikit demi sedikit rasa kemanusiaan manusia itu sendiri , mungkin sarkas, tapi itulah keadaan yang saya renungkan. Sekolah bukan serta merta pencetak buruh berdasi tapi sekolah adalah tempat yang benar-benar mulia dan memiliki tujuan mulia sebagai wahana untuk memanusiakan manusia, manusia semanusia-manusianya, manusia seutuhnya yang berilmu, bersosial, beriman, bertakwa kepada Tuhannya, ber-akhlaqul kharimah, sehat, cerdas, berperasaan, bekemauan, dan mampu berkarya bagi dirinya sendiri dan manusia lain, pengembangan potensi dalam konteks keberagaman, moral, budaya, personal, yang komprehensip dan integratif.  
Sekolah adalah tempat pendidikan, dengan bersekolah kita bisa menjadi manusia yang baik, berprilaku yang baik, dengan hidup baik kita dapat bertahan hidup bagi diri sendiri dan orang lain. Sarana sekolah yang baik adalah urusan para pemimpin, bersekolah dengan baik adalah kewajiban kita sebagai pelajar. Sekolah bukan sekedar bagaimana kita nanti mencari penghidupan tapi bagaimana kita membuat kehidupan.  

0 comments:

Post a Comment

My Instagram